Kenapa harus sekarang? Disaat saya dan
dia semakin dekat dari sebuah potongan obrolan kecil yang semakin lama tumbuh
dan mendekatkan saya dengannya. Dia adalah orang yang lama saya
suka. Waktu berlalu, rasa suka saya berubah menjadi rasa sayang
yang terus tumbuh sampai sekarang. Tidak lama waktu berganti, orang itu
datang. Sesosok orang yang tidak pernah saya ketahui kedatangannya.
Dia ikut bermain dalam kehidupan didunia maya saya dan dia. Saya tak
tahu, mengapa saat itu saya mengizinkannya ikut berperan dalam kehidupan
saya dengan dia ini. Semua orang memiliki hak, alasan itu lah yang
mungkin membuat saya mengizinkannya masuk kedalam hidup kita.
Saya sendiri sadar, saya tidak mempunyai hak untuk melarang dia untuk
berinteraksi dengan makhluk sosial yang lain. Saya juga tidak terlalu
membesar-besarkan masalah ini. Saya biarkan dia yang memang tidak
memiliki hubungan lebih dari sekedar teman dengan saya. Waktu terus
berlalu. Kami terus berinteraksi walaupun hanya sekedar lewat dunia
maya. Kami terus mengalir dengan percakapan yang terjadi diantara
kami. Sampai pada akhirnya, ada suatu keganjalan yang saya
rasakan, pendatang baru diantara kami itu terlihat sedikit
berlebihan, mulai dari kata-kata yang orang itu rangkai untuk
dirinya. Waktu berlalu, lama-lama saya sedikit tidak suka dengan
orang ini, yang sudah saya anggap teman dekat saya sendiri.
Tanpa saya sadari, sifat dia perlahan berubah, saya yang sudah
lumayan dekat dengannya benar-benar merasakan perubahan besar dari dirinya
kepada saya. Dia sedikit lebih acuh akhir-akhir ini. Entah
mengapa, kedatangan orang itu yang membuat saya yakin akan terjadinya
perubahan sifat dari dirinya. Dia benar-benar lebih cuek dari
biasanya. Saya yang sudah biasa berinteraksi dengannya, benar-benar
merasa aneh dengan sifat dia saat ini. Saya melihat dengan mata kepala
saya sendiri, dia lebih care
kepada orang baru itu.
Sekarang ini, dia benar-benar seperti melupakan saya. 4 hari berlalu
tanpa text darinya. Bagi orang dikalangan luar yang sedang
masa-masa pendekatan dengan orang yang mereka suka, mungkin jangka waktu segitu, waktu biasa mereka, untuk dapat berinteraksi dengan orang yang
mereka suka. Tapi bagi saya tidak. Saya sedikit tidak terima dengan hal
ini. Apa yang membuat dia lebih tertarik dengan orang itu? Lama
waktu yang saya gunakan hanya untuk berfikir tentang hal itu. Setelah lama saya berfikir, akhirnya saya menemukan jawabannya. Saya sadar.
Orang baru itu lebih sempurna daripada saya. Dia mempunyai wajah yang lumayan, otak yang pintar, mata yang indah, hati yang sempurna. Seketika saya bersedih ketika memikirkan hal
itu… To be continued.