Kita pernah begitu dekat. Aku dan kamu bertemu disuatu tempat yang
menjadi pertemuan pertama kita. Mata mu
dan mata ku bertemu, itu yang aku
rasakan. Waktu berlalu, kita saling mengenal, dan saling mengetahui bahwa; ada sesuatu dihati kita yang tak bisa
dijelaskan. Aku selalu menatap mata mu
dengan mendalam, terus meyakinkan
hati, bahwa ada cinta disana. Ada cinta disetiap pertemuan kita; yang tak pernah kita sadari.
Bukankah hebat? Kita melalui ini semua begitu lama. Memulai semua kisah tanpa memikirkan akhir
yang jelas. Menjalani semua yang tak
pernah jelas apa ujungnya. Semua berlalu
dengan penuh tanda tanya. Tanda tanya
yang sampai kini tak ada jawabnya. Kita
berjalan dijalur teka-teki. Teka-teki
yang tidak hanya membuat ku penasaran,
namun kamu juga. Aku gubris, kau gubris.
Kita menggubris ini semua.
Namun, tetap tidak ada
jawabnya. Begitu lama. Akhirnya aku dan kamu memilih untuk berjalan
bersama, meski tidak beriringan dan
bergenggaman tangan.
Semua ketidak jelasan ini membuahkan
rasa takut. Rasa takut yang belum tentu
kamu rasakan. Aku mengerti, aku tahu,
aku faham. Jiwa dan raga mu
terlalu bebas, bahkan aku tidak bisa
menahan mu untuk tinggal ketika kamu berkata “Aku akan pergi.”. Aku diam,
diam tak membantah. Melihat mu
pergi menjauh, meski dirimu tak saat dihadapan
ku. Saat aku melihat kau berjalan, selangkah demi selangkah, sampai akhirnya kau sampai kembali ke
sampingku. Dengan sejuta cerita kau
bawakan untukku, agar aku dapat
mengetahui hal apa yang kau dapatkan dan kau lakukan saat aku tidak berada
disampingmu. Aku selalu berusaha
mendengarkan dengan baik, berhadap ada
aku di setiap cerita mu, meski tidak
menjadi tokoh utama. Aku harap dapat
mendengarkan kata rindu yang keluar dari mulut manis mu, yang sampai sekarang tidak pernah ku dengar.
Aku selalu menyembunyikan apa yang
aku rasakan ini. Entah kata apa yang
akan keluar jika aku mengungkapkan isi hati ini. Entah akan kau bilang hal yang gila, bodoh,
atau tidak wajar, atau kau akan
bilang memiliki perasaan aneh yang sama?.
Tatapan cinta yang aku lihat setiap saat. Tatapan yang membuat aku hangat
seketika. Aku merasakan, ada sesuatu yang kau sembunyikan. Entah apa
itu. Kita sama-sama bertahan
disini, mungkin seharusnya kita sudah
bergerak jauh dari apa yang kita lalui sekarang ini, tapi,
inilah jalan yang kita pilih.
Jalan ketidak jelasan. Bisa kah
kau bayangkan perasaan ku yang terus diam walaupun mencintai mu begitu dalam?.
Kawan-kawan ku bilang, seharusnya aku tidak mempertahankan mu
terlalu berlebihan seperti ini. Tapi
rasa aku percaya padamu yang terlalu dalam ini,
tidak bisa aku pungkiri. Mengapa
aku bisa lebih percaya padamu daripada kepada teman-teman ku sendiri?. Mengapa aku biarkan engkau menerbangkan ku ke
angkasa yang paling tinggi, lalu kau biarkan
aku mengepakkan sayap sendiri?. Mengapa aku
begitu percaya kau memiliki rasa yang sama?.
Tak mungkin kamu tak bisa melihat
untuk memahami semua perhatianku ini.
Tak mungkin kamu tak bisa mendengar semua ocehan isi hati yang
menginginkan kamu untuk bertahan. Tak
mungkin kamu terlalu bodoh untuk mengartikan segala isyarat yang aku berikan
melalui tatapan cinta ku. Ini cinta,
dengan cara apalagi yang harus aku lakukan untuk membuat kamu percaya, ada cinta disetiap gerakkan ku?. Gerakkan yang terus membuktikan aku cinta
padamu sekalipun aku tersakiti begitu dalam karna mu?.
Untuk kekasih paling jauh, yang memilih pergi meninggalkan ku dan
berlari bersama seseorang yang tak pernah kau ketahui sedalam apa ia mencintai
mu. Kekasih yang meninggalkan ku tanpa
mengungkapkan perasaan hatinya. Terimakasih
untuk setiap peluk hangat yang tak langsung kau berikan pada ku. Terimakasih untuk setiap harapan yang kau
hempaskan untuk ku. Mungkin aku terlalu
bodoh untuk memulai ini semua. Mungkin
aku terlalu gila untuk menggubris sesuatu yang aku rasakan ketika kau datang. Seharusnya kita tidak pernah ada; agar aku tak pernah terluka.
Note: Inspirasi dari jentikan jemari Dwitasari di dwitasarii.blogspot.com 'Untuk Kekasih Paling Jauh'