Senin, 11 Agustus 2014

Selamat Ulang Tahun



            Yo,  selamat datang diumur lima belas,  Teman.  Selamat bertambah umur dan berkurang usia.  Sudah seharusnya sekarang kamu melepaskan semua sifat kekanak-kanakan mu.  Membiasakan diri tidur malam tanpa dininabobokan oleh dongeng-dongeng atau kawan tidur disamping mu untuk menemani mu melewati gelap malam dan lekas terlelap.  Tenang saja,  kamu tak pernah terlihat seperti anak-anak atau bocah dimata ku.  Kamu selalu terlihat hebat dan mandiri,  selalu pantas dan layak untuk dijadikan panutan oleh orang sekitar mu.

            Apa kabar,  Teman?.  Kapan terakhir kali kita berbincang-bincang,  bersenda gurau,  melepas penat,  dan tertawa bersama baik di Sekolah tempat kita menimba ilmu,  di Kafe tempat kita biasa mengisi perut dengan cemilan,  ataupun di base camp tempat pilihan terakhir untuk bermalas-malasan; kamar ku?  Ahaha..  Aku bahkan lupa.  Ya aku rindu tawa mu,  senyum mu,  kesabaran penuh mu,  baik perhatian atau kebijakan mu disetiap kali aku  membagi masalah,  bercerita tentang hal hal yang sulit ku hadapi sendiri.  Bagaimana cara mu berdiri disamping ku untuk menemani ku melalui semua masalah seperti awal-awal kedekatan kita.  Bagaimana cara mu selalu berusaha meluangkan waktu untuk ku ditengah kesibukan mu.  Aku rindu semua tentang mu.

Jumat, 27 September 2013

Selamat Ulang Tahun

            Kembali aku menulis sebuah surat yang tersirat untuk seseorang yang menurut ku istimewa.  Kamu?  Maaf,  untuk kali ini aku tidak dapat menulis tentang ‘kamu’ disini,  karna,  aku mempunyai seseorang yang posisinya lebih dari sekedar manusia biasa dihati dan otak ku.  Seseorang yang mampu membuat suasana menegangkan dan kurang berkenan dihati,  menjadi lebih indah dan berwarna.  Itu dia.  Mari kita jelajahi dirinya secara mendetail.

Jumat, 26 Juli 2013

Memilih Setia

Maafkan diriku memilih setia,  walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya. –Fatin Shidqia

            Hujan  kembali menyelimuti daerah di rumah ku.  Hujan dengan rintik-rintik kecil namun terlalu banyak untuk dapat aku tampung.  Terdiam melihat rintik yang dapat aku lihat saat jatuh.  Tiba-tiba saja,  ada sesuatu yang terbesit dipikiranku,  sesuatu yang membuyarkan lamunan ku.  Apa itu?.  Haruskah aku gubris atau aku biarkan saja berlalu?.  Aku takut terjadi sesuatu pada perasaan ku jika aku mengetahui apa ini.  Aku berpikir kritis.  Aku coba untuk gubris.  Aku takut hal ini mengganggu ku setiap saat. 

Selasa, 16 Juli 2013

Now

                16 July 2013.  Hal apa yang mampu membuat gue yang udah lama enggak pernah posting disini karna suatu masalah,  dan sekarang mau posting sesuatu lagi.  Menurut gue,  hal yang akan gue bahas disini sangat-sangat kudu gue share.  Gue udah kehabisan kata-kata buat ngetik lagi,  tapi untuk ini,  gue usahain.  Gue tarik lo semua termasuk yang akan gue bahas disini buat baca tulisan ini ya.  Penting atau enggaknya.  Mari kita membaca.

Sabtu, 06 Juli 2013

Kekasih Paling Jauh

            Kita pernah begitu dekat.  Aku dan kamu bertemu disuatu tempat yang menjadi pertemuan pertama kita.  Mata mu dan mata ku bertemu,  itu yang aku rasakan.  Waktu berlalu,  kita saling mengenal,  dan saling mengetahui bahwa;  ada sesuatu dihati kita yang tak bisa dijelaskan.  Aku selalu menatap mata mu dengan mendalam,  terus meyakinkan hati,  bahwa ada cinta disana.  Ada cinta disetiap pertemuan kita;  yang tak pernah kita sadari. 

Selasa, 02 Juli 2013

Awan..

            Terang yang kurang sepenuhnya menjadi terang.  Terang yang masih butuh sesuatu agar dapat disebut terang yang sempurna.  Terang yang redup.  Ini karna awan yang menutupi sang Dewi Matahari atau karna angin tidak dapat berhembus sekencang mungkin untuk menghusir sang awan agar Dewi dapat bersinar terang?  Entahlah.  Tak ada yang menduga tentang cerita cuaca ini. 

Kamis, 20 Juni 2013

Tidak Akan Pernah

            Halo,  apa kabar?.  Sekarang,  kita jarang interaksi,  ya.  Sekalipun interaksi,  itu sekedar basa-basi.  Seakan saling tak kenal.  Saat bertemu juga.  Hanya mata ku yang sibuk memperhatikan gerak-gerik mu seperti biasa.  Sedangkan kamu sibuk memperhatikan seseorang lain yang sibuk memperhatikan mu juga,  tapi bukan aku.  Senyummu,  yang terkadang kamu lemparkan begitu saja,  yang aku rasa hanya milikku seorang,  sekarang juga menjadi miliknya.  Seseorang lain itu.  Kabar mu,  yang setiap hari pasti aku ketahui,  sekarang kamu sebarkan untuknya.  Aku setengah mati mencari kabarmu disini.  Sedangkan seseorang itu kewalahan menjaga kabarmu yang berdatangan.  Satu hal yang aku sebut perhatian,  yang selau datang kepada ku dari dirimu itu,  sekarang berubah menjadi kasih sayang.  Namun bukan untuk ku,  lagi-lagi untuk orang itu.