Hari
ini terasa begitu berbeda, tadi pagi tubuh saya sangat tidak baik,
tubuh lemas, dan suara saya yang habis. Kebetulan saat itu saya
juga sedang sakit. Begitu menyedihkan, tapi tetap diiringi dengan
syukur, tandanya saya masih normal untuk menjalani hidup ini.
Saat waktu istirahat tiba, saya
melihat anda di toilet itu, dengan senyuman anda kepada kawan-kawan
anda. Entah kenapa, seketika rasa sakit saya itu tidak begitu
terasa. Saya justru semakin semangat. Ingin terus melihat senyuman
anda itu, mengharapkan hal kecil yang sangat istimewa itu tertujukan pada
saya.
Saya kembali melakukan aktifitas saya. Tubuh saya tidak terasa begitu
lemas, saya justru lebih semangat dari sebelumnya. Suara saya juga
sudah sedikit kembali pulih.
Waktu istirahatpun tiba utuk ke-2 kalinya. Saya yang melihat anda dikelas
anda, senyuman yang saya lihat untuk ke-2 kalinya. Senyuman yang
diiringi dengan tawa. Entah kenapa saya benar-benar merasakan ingin
sekali menggenggam tangan anda saat anda seperti itu. Saya tidak ingin
melepaskan pandangan saya dari anda saat itu. Ingin selalu menatap anda
saat itu, meskipun terkadang anda seperti melirik ke arah saya, dan
saya harus membuang tatapan saya, yang tak sanggup menahan lirikan anda.
Waktu
yang memaksa saya untuk mengalihkan pandangan saya dari anda, saya
kembali melaksanakan aktifitas saya, hingga saat waktu kita ingin kembali
kerumah. Saya melihat anda meluangkan waktu anda untuk bermain dengan
kawan-kawan anda, lagi-lagi dengan senyuman dan tawa yang luar biasa
itu. Benar-benar sangat ingin memiliki anda saat itu.
Hingga saat waktu
pulang di sore itu, saya
melihat anda bersama adik perempuan anda pulang menaiki motor anda.
Terlihat anda sangat akrab dengan adik perempuan anda itu. Lagi-lagi anda
mengeluarkan senyuman anda itu, meskipun lagi dan lagi, hal itu
tidak tertujukan pada saya. Saat anda pulang, saya mendengar adik
anda berteriak kepada seseorang disana, dengan kata ‘kak, dicariin
kakak aku tuh, hehe’. Kata-kata yang bukan tertujukan pada
saya. Namun pada orang lain.
Perasaan saya yang
tidak dapat diungkapkan saat itu. Hal yang benar-benar merusak hari
itu, hari dimana saya ingin memberikan sebungkus coklat kepada
anda. Entah apa yang saya rasakan, saya tidak tahu. Saya
hanya terpaku melihat hal itu.
Sore itu terasa benar-benar berbeda dari
sore-sore yang saya rasakan selama saya hidup. Benar-benar berbeda,
mulai dari sikap kawan-kawan yang saya yang benar-benar akrab dengan
saya, anda, yang hari ini benar-benar saya lihat jauh
berbeda, dengan senyuman dan tawa yang luar biasa, yang saya lihat
setiap kali saya melihat keanda, keadaan sore itu memang berbeda, hawa terasa begitu sunyi dan
sejuk. Terutama dengan ingatan tentang kejadian tadi. Terasa begitu
menyengat, sore itu...