Saya
tau orang itu memiliki segalanya. Beda dengan diri saya. Hanya rasa
sayang yang tulus yang dapat saya berikan kepadanya. Saya selalu merasa
kalah dengan orang itu. Hanya karna orang itu lebih baik dari saya,
apa saya harus mundur, mengiklahskan dia asik dengan orang baru
itu? Aku memilih untuk maju mempertahankan rasa sayang ku yang sudah
tumbuh terlalu lama dihati ini.
Sudah 1 minggu saya dan dirinya tidak ada berinteraksi. Hanya dapat
menunggu balasan text darinya. Hanya dapat menunggu, tidak
dapat berbuat banyak. Saya juga takut mengganggu dia yang sedang sibuk
atau memang sedang asyik dengan orang baru itu.
Setiap saya dan dirinya
berinteraksi, saya akan selalu mencoba membuat dirinya merasa nyaman
dengan obrolan kami. Apapun caranya, akan saya lakukan, demi
membuat dia merasa nyaman berinteraksi dengan saya. Kami bisa menghabiskan
waktu 3 jam paling lama untuk berinteraksi dengannya. Akhir-akhir
ini? Jangankan 3 jam. 1 text-pun darinya tidak ada.
Kami sering berjumpa, namun tak saling tegur sapa. Berbeda dengan
orang baru itu, dia dengan mudah berinteraksi dengan dirinya setiap kali
berjumpa. Saya fikir, posisi saya digantikan oleh orang baru
itu. You can change my position.
Hanya karna dia lebih sempurna dari saya, berarti saya harus mundur dan
menyudahi semua perasaan dan hubungan yang telah terjalin lama ini?
Menurut saya tidak. Saya tetap akan mempertahankan rasa ini, bukan
karna rasa terpaksa atau yang lain, tapi memang rasa yang tulus dari hati
saya. Saya yakin bisa seperti dirinya namun dalam versi saya
sendiri tentunya, bahkan melebihi dirinya.
Mungkin orang itu bisa menggantikan posisi saya saat ini, namun tidak
untuk kedepan. Yakin, dia terlahir untuk saya, bukan untuk
orang baru itu yang datang secara tiba-tiba dan mengganggu hubungan saya dan
dia ini. Sekali sayang ya tetap akan sayang. Sekalipun saya
tahu dia tidak akan membalas rasa sayang saya ini. Saya akan mencoba
menjadi seperti yang dia inginkan. Membuat dia juga akan menyayangi saya
dengan tulus dari hatinya. Saya yakin dia juga akan merasakan tidak ingin
melepas saya dari hidupnya. Saya yakin dia juga akan merasakan segala
perasaan yang saya rasakan saat ini. Saya akan cinta, sekarang, esok, dan
selamanya.