Berbeda memang,
sabtu malam yang dulu, dengan sabtu malam akhir-akhir ini. Saya
lebih rindu sabtu malam yang dulu. Kita dapat berinteraksi dengan
lancar, yang ada hanya anda dan saya, tidak ada orang lain didalamnya.
Meskipun interaksi itu hanya melalui dunia maya, tapi tetap saja,
berinteraksi denganmu itu tidak pernah membuat saya bosan atau jenuh,
terkadang hanya dengan kata “gak malam mingguan?” percakapan dapat berjalan
lancar dan terus mengalirkan saya didalamnya. Justru saya lebih memilih tetap
diam di depan computer saya hanya untuk berinteraksi dengan anda seorang.
Itu sabtu malam yang dulu, bagaimana dengan sabtu malam yang sekarang?.
Sabtu malam sekarang, kita sudah mempunyai dunia masing-masing.
Anda tidak ingin diganggu, dan saya sudah mempunyai kesibukan
tesendiri. Saat saya mempunyai waktu luang, saya ingin menyempatkan
diri untuk berinteraksi dengan anda, tapi saya rasa, anda sedang
sibuk berinteraksi dengan orang itu.
Saya
yang sehabis menyelesaikan kesibukan saya didunia luar, selalu ingin menyempatkan waktu, sedikit saja,
untuk duduk didepan layar komputer, hanya untuk mengetahui kabar anda. Terkadang,
jika saya sudah mendapatkan kabar tentang anda, saya tidak dapat mengganggu interaksi anda
dengan orang itu, hanya dapat menonton
dari depan komputer disini. Menyebalkan
memang, tapi ini yang harus saya
lakukan. Menjadi stalker kehidupan mu.
Jikalau
memang sudah sangat rindu akan bercakap dengan anda lewat dunia maya ini, saya merasa benar-benar harus menghubungi
anda lewat dunia maya. Menyapa anda
terlebih dulu pastinya. Itu benar-benar
menyebalkan namun membahagiakan, saya
dapat berinteraksi kembali dengan anda.
Setiap hari kita selalu bertemu,
namun tak saling tegur sapa,
tegur sapa anda mungkin hanya untuk orang itu, orang yang menggantikan saya untuk
berinteraksi lebih banyak dengan anda.
Bahagia memang dapat
berinteraksi dengan anda, 1 text dar anda benar-benar sangat
berharga bagi saya, jika memang text itu bisa dijual, mungkin akan saya jual dengan harga yang
benar-benar mahal. Meskipun terkadang
isi text mu itu terlihat sedang ada
masalah atau sudah jenuh untuk berinteraksi dengan saya. Bisakah anda bayangkan, setelah saya lelah melewati hari-hari dengan
kesibukan saya, lalu saya menyempatkan
diri untuk berinteraksi dengan anda,
hanya itu, tidak banyak yang saya
inginkan, ingin melepas rindu dengan
anda, namun anda hanya membalas dengan “iya”,
“hehe”, “gak” dan jenis kata semacam ini,
bisa anda bayangkan?. Betapa
kecewanya perasaan saya saat anda seperti itu,
padahal saya tidak menginginkan banyak dari anda, tapi anda merespon saya seperti itu.
Sabtu malam yang membosankan memang, jika harus dilewati bersama anda yang semakin
hari, semakin cuek, acuh tak acuh pada saya. Terkadang,
saya ingin melampiaskan rasa lelah bercampur rindu saya ini, kepada anda.
Agar anda tahu, betapa
menyebalkan mempunyai perasaan pada orang seperti anda. Anda yang lucu, menarik,
baik, menyebalkan, membuat saya tertarik, tapi anda juga yang saya rasa mengusir saya
dari kehidupan anda. Saya rindu anda
yang dulu, anda dengan sabtu malam yang
dulu, bukan yang sekarang. Bisakah kita kembalikan sabtu malam yang dulu itu?.