Sabtu, 23 Februari 2013

Sabtu malam yang dulu.



Berbeda memang,   sabtu malam yang dulu,  dengan sabtu malam akhir-akhir ini.  Saya lebih rindu sabtu malam yang dulu.  Kita dapat berinteraksi dengan lancar,  yang ada hanya anda dan saya,  tidak ada orang lain didalamnya.  Meskipun interaksi itu hanya melalui dunia maya,  tapi tetap saja,  berinteraksi denganmu itu tidak pernah membuat saya bosan atau jenuh,  terkadang hanya dengan kata “gak malam mingguan?” percakapan dapat berjalan lancar dan terus mengalirkan saya didalamnya. Justru saya lebih memilih tetap diam di depan computer saya hanya untuk berinteraksi dengan anda seorang.  Itu sabtu malam yang dulu,  bagaimana dengan sabtu malam yang sekarang?.

            Sabtu malam sekarang,  kita sudah mempunyai dunia masing-masing.  Anda tidak ingin diganggu,  dan saya sudah mempunyai kesibukan tesendiri.  Saat saya mempunyai waktu luang,  saya ingin menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan anda,  tapi saya rasa,  anda sedang sibuk berinteraksi dengan orang itu.          

            Saya yang sehabis menyelesaikan kesibukan saya didunia luar,  selalu ingin menyempatkan waktu,  sedikit saja,  untuk duduk didepan layar komputer,  hanya untuk mengetahui kabar anda.  Terkadang,  jika saya sudah mendapatkan kabar tentang anda,  saya tidak dapat mengganggu interaksi anda dengan orang itu,  hanya dapat menonton dari depan komputer disini.  Menyebalkan memang,  tapi ini yang harus saya lakukan.  Menjadi stalker kehidupan mu.

            Jikalau memang sudah sangat rindu akan bercakap dengan anda lewat dunia maya ini,  saya merasa benar-benar harus menghubungi anda lewat dunia maya.  Menyapa anda terlebih dulu pastinya.  Itu benar-benar menyebalkan namun membahagiakan,  saya dapat berinteraksi kembali dengan anda.  Setiap hari kita selalu bertemu,  namun tak saling tegur sapa,  tegur sapa anda mungkin hanya untuk orang itu,  orang yang menggantikan saya untuk berinteraksi lebih banyak dengan anda. 

Bahagia memang dapat berinteraksi dengan anda,  1 text dar anda benar-benar sangat berharga bagi saya,  jika memang text itu bisa dijual,  mungkin akan saya jual dengan harga yang benar-benar mahal.  Meskipun terkadang isi text mu itu terlihat sedang ada masalah atau sudah jenuh untuk berinteraksi dengan saya.  Bisakah anda bayangkan,  setelah saya lelah melewati hari-hari dengan kesibukan saya,  lalu saya menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan anda,  hanya itu,  tidak banyak yang saya inginkan,  ingin melepas rindu dengan anda,  namun anda hanya membalas dengan “iya”, “hehe”, “gak” dan jenis kata semacam ini,  bisa anda bayangkan?.  Betapa kecewanya perasaan saya saat anda seperti itu,  padahal saya tidak menginginkan banyak dari anda,  tapi anda merespon saya seperti itu.

            Sabtu malam yang membosankan memang,  jika harus dilewati bersama anda yang semakin hari,  semakin cuek,  acuh tak acuh pada saya.  Terkadang,  saya ingin melampiaskan rasa lelah bercampur rindu saya ini,  kepada anda.  Agar anda tahu,  betapa menyebalkan mempunyai perasaan pada orang seperti anda.  Anda yang lucu,  menarik,  baik,  menyebalkan,  membuat saya tertarik,  tapi anda juga yang saya rasa mengusir saya dari kehidupan anda.  Saya rindu anda yang dulu,  anda dengan sabtu malam yang dulu,  bukan yang sekarang.  Bisakah kita kembalikan sabtu malam yang dulu itu?.