Kamis, 14 Februari 2013

Kenapa saya yang merasa seperti pengganggu? (End)



        Waktu terus berlalu,  kedekatan kalian semakin bertambah.  Saya hanya dapat duduk diam tersenyum melihat kalian disini.  Berharap kalian semakin dekat,  semakin dekat,  dan sangat dekat.  Walaupun sebenarnya,  saya sendiri susah melihat kalian berdua tersenyum bersama.  Apalagi satu yang saya fikirkan,  buat saya,  yang terpenting adalah membuat anda tersenyum,  tertawa bahagia hanya,  karna,  dan bersama saya.


        Saya kenal dekat anda terlebih dahulu,  untuk mengenal anda lebih dalam lagi,  itu memerlukan jangka waktu yang cukup lama.  Bagi orang baru itu,  tidak sampai 1 bulan,  dia sudah dapat mengenal anda secara baik.  Mengenal detail tentang kehidupan anda,  bahkan jadwal sehari-hari anda,  orang itu hafal.

        Saat sedang melihat kalian bercakap-cakap,  bercakap-cakap sedekat itu,  bagi saya untuk ikut berkecimpung didalam percakapan kalian itu,  sangat risih.  Saya merasa tidak enak untuk mengikuti percakapan kalian itu.  Saya hanya dapat dia melihat kalian bercakap-cakap dengan asyik dan sedekat itu disini. 

        Saya sendiri merasa minder untuk ikut campur didalam percakapan sekaligus hubungan kalian.  Saya tahu orang baru itu memiliki segalanya,  wajah yang rupawan,  otak yang lumayan cerdas,  tatapan mata yang tidak jauh berbeda dengan anda,  membuat seseorang tak kuasa berlama-lama bertatapan dengan anda.  Jauh berbeda dengan saya,  hanya memiliki wajah begini saja,  saya juga tidak terlalu pintar,  tatapan mata saya yang membosankan,  jauh berbeda dengan dirinya,  karna saya adalah saya,  bukan dirinya.

        Maafkan saya jika saya suka tidak sengaja mengganggu percakapan dan hubungan kalian.  Saya hanya sekedar ingin tahu keadaan anda.  Anda yang dulu menemani saya ketika saya merasa sepi,  yang merubah diri saya secara utuh.  Sekaligus menjadi alasan saya berubah dari buruk menjadi jauh lebih baik.  Saya rindukan anda yang dulu,  yang selalu ada saat saya butuhkan.  Saya rindukan saat anda yang membuat saya merasa hanya saya yang bisa membawa anda terbawa arus percakapan dengan saya.  Hanya satu pertanyaan yang ingin saya berikan kepada anda dan orang baru itu,  yang benar-benar saya ingin tahu jawabannya sekarang juga,  selalu menanti jawaban itu,  kenapa saya yang merasa seperti pengganggu?  Padahal saya yang kenal dekat dengan anda terlebih dahulu?.