Kembali aku menulis sebuah surat yang tersirat untuk
seseorang yang menurut ku istimewa.
Kamu? Maaf, untuk kali ini aku tidak dapat menulis
tentang ‘kamu’ disini, karna, aku mempunyai seseorang yang posisinya lebih
dari sekedar manusia biasa dihati dan otak ku.
Seseorang yang mampu membuat suasana menegangkan dan kurang berkenan
dihati, menjadi lebih indah dan
berwarna. Itu dia. Mari kita jelajahi dirinya secara mendetail.
Seperti apa orangnya?
Dia mempunyai wajah yang lumayan manis untuk kalangan wanita pada
umumnya. Satu kekurangannya di
wajah; dia tidak begitu peduli dengan
penampilannya, sehingga banyak luka
bekas sebuah kotoran minyak di wajah berbekas.
Tubuhnya pun terangkai dengan luar biasa indahnya, betapa indahnya tubuh yang ia miliki, ia pun memahalkan dirinya dengan menutup
semua lekuk tubuhnya, kecuali telapak
tangan dan wajah nya. Otak nya? Jangan ditanya, dia orang yang cerdas. Dia dapat memikirkan sesuatu dengan
cepat. Dia akan terlihat sangat pandai
jika ia tahu kapan waktu untuk serius dan bercanda.
Untuk sifat, ku
rasa dia kurang bisa mengatur sifat remaja yang ia miliki itu. Dia terlalu berlebihan ketika melakukan
sesuatu. Ketika eberapa orang coba
mengingatkannya, ia membantah dan
melakukan suatu hal yang lebih parah dari sebelumnya. Wajar,
usianya saat itu belum terlalu dewasa.
Namun satu sifat yang membuat semua orang terpaku dengannya; kesetiaan.
Baik dalam hal pertemanan ataupun lebih.
Dia mampu bertahan lama terhadap perasaannya itu kepada seseorang. Dari semua sifatnya itu aku hanya tidak habis
berpikir ketika ia lebih memilih kekasihnya daripada temannya. Bagaimana bisa? Ia diperbudak oleh perasaan. Sering kali aku coba mengerti, apa yang salah dari teman-teman yang ia
miliki saat ini? Ada kalanya ia
bersedih, hanya teman yang
mendampinginya, sedangkan
kekasihnya?.
Hal apa yang berkaitan dengannya?. Untuk warna,
dia sangat suka segala sesuatu yang berkaitan dengan warna merah. Untuk makanan, makanan yang sangat ia suka itu kebab keju
berukuran sedang. Untuk hobi, aku rasa hobi-nya hanya bermain games di
laptopnya. Ia seorang wanita berbintang
libra yang punya gelora semangat yang tinggi.
Cita-citanya pun besar; pergi ke
Paris untuk melihat menara Eiffel bersama orang yang ia sayang. Jiwanya?
Jangan tanyakan jiwa seorang petualang.
Jiwa bersemangat, pantang
menyerah, dan terus senang dengan
hal-hal yang menantang, itu dia.
Tepat tanggal 25 September ia lahir ke dunia ini, entah bagaimana keadaannya saat itu, aku yakin tak ada satu orang pun yang tak
mengharapkan kehadirannya di dunia ini.
Seorang wanita yang diberikan do’a dan amanah ‘Dicta Delfiani
Rahman’. Dan kemarin, tanggal 25 September 2013, ia berulang tahun yang ke-13 tahun. Sudah 13 tahun ‘nona paris’ itu hidup di
dunia ini. Pasti banyak pelajaran yang
ia dapatkan selama ini. Ku rasa, ia sudah cukup dewasa untuk mengatur segala
hal kekanak-kanak-an-nya itu.
Selamat ulang tahun,
Dicta. Jadilah wanita manis yang
anggun dan sholehah. Diberikan rezeki
yang berlimpah oleh Allah SWT. Dimudahkan
setiap dalam masalah. Menjadi lebih baik
dari sebelumnya. Di enteng-kan
jodohnya. Dipanjangkan umurnya, diberkahkan dalam setiap umur yang di
tempuh. Aku harap kamu lebih dewasa dari
saat ini. Jadi lah sesosok orang besar
yang diharapkan semua orang kepada mu.
Kamu tentunya sudah bisa membedakan mana yang baik dan benar
bukan?. Lakukanlah segala sesuatu yang
menurut mu baik dan benar.
Maaf jika aku tidak bisa menjadi yang terbaik untuk mu
saat ini. Maaf aku tak dapat memberikan
mu sesuatu yang kamu inginkan. Maaf jika
setiap kata yang aku rangkai ini salah.
Tapi percayalah, aku merajut
setiap kata disini dengan sebuah perasaan,
perasaan yang nyata, yang semua
orang sebut; cinta.
Sekali lagi, selamat ulang tahun, sayang.
Jadi yang terbaik untuk saat ini dan kedepannya. Semoga kamu selalu terlindungi oleh kasih
sayang dari orang sekitar mu. Aku
menyayangi mu lebih dari yang kamu tahu.
Selamat ulang tahun, Nona Paris
nan cantik yang beranjak dewasa, Dicta
Delfiani Rahman.