16
July 2013. Hal apa
yang mampu membuat gue yang udah lama enggak pernah posting disini karna suatu
masalah, dan sekarang mau posting
sesuatu lagi. Menurut gue, hal yang akan gue bahas disini sangat-sangat
kudu gue share. Gue udah kehabisan kata-kata
buat ngetik lagi, tapi untuk ini, gue usahain.
Gue tarik lo semua termasuk yang akan gue bahas disini buat baca tulisan
ini ya. Penting atau enggaknya. Mari kita membaca.
Kita flashback ke postingan
gue yang lama. About ‘16’. Tanggal 16 bulan februari (kalau enggak
salah) gue sama ‘kakak kelas’ ini disuruh mempromosikan sekolah ke
sekolah-sekolah lain dengan bahasa inggris.
Padahal awalnya gue disuruh milih,
gue cuma mau ada temen aja,
masalah promosinya enggak gue pikirin sama sekali saat itu. Saat gue lagi berpikir, tiba-tiba sesosok manusia dengan anggota
tubuh yang lengkap masuk ke ruang guru saat itu. Tiba-tiba aja salah satu guru gue manggil dia
dan mengajaknya buat jadi temen promosi gue.
For your information aja,
saat itu gue lagi ada masalah yang ‘enggak penting’ dengan dia. Mau enggak mau gue harus nerima. Gue harus kerja sama atau percuma lah dia
menjadi pendamping gue saat itu.
Awal-awal gue agak canggung ngajak
dia ngobrol. Gue bingung, saat itu status gue sama dia... Kalau kata anak cewek jaman sekarang mah
“marahan”. Ya, begitulah.
Tapi keberangkatan gue ke sekolah lain itu hari itu juga. Gue enggak dikasih teks apapun. Gue disuruh mikir dan tanpa menghafal. Daripada performance gue saat
disekolah lain nanti buruk dan di cap sebagai siswa sok jago bahasa
inggris, gue memutuskan untuk memulai
percakapan dengannya, why always me?. Kita terlarut dalam pembicaraan, sampai lupa sama tugas kita saat itu. Saat keinget,
gue sama dia langsung sibuk mikirin kata apa yang akan keluar nanti saat
kita promosi. Ya, selanjutnya,
lu bisa baca di postingan yang ’16!’.
16 Maret, saat gue ulang tahun. Keadaan gue sama dia udah berubah 180 derajat
lebih baik. Kita udah dibilang
‘abang-adik’ saat itu sama orang-orang. Muka gue dengan dia rada mirip. Tetep keren gue kemana-mana kok, stay calm. Kemana-mana selalu bareng. Ampe banyak anak cewek yang enggak suka
dengan kedekatan gue, dan menyebarkan
omongan-omongan kotor enggak jelas tentang kita berdua. Cinta terlarang, anjis.
Dia ngasih gue kado saat itu.
Sedangkan temen deket gue enggak bisa.
Temen deket gue itu ngeliatin dia dengan tatapan tajam, seakan ada bara api di dalam matanya. Selebihnya,
baca sendiri di postingan “16!” juga.
You know her? Let me introduce
her self. Her name is Yuli Eri
Susanti. Seorang perempuan yang lahir
tepat tanggal 16 Juli 1999 bersamaan dengan seseorang yang memiliki tempat
khusus di kehidupan gue ini. Besar
ukuran tinggi badannya lumayan banyak, sebanyak
cinta ku pada mu. Berkulit
hitam, bukan hitam karena mu. Matanya luas,
seluas jagad raya ini. And... Dia bisa dibilang tengkorak bangkit dari
kubur yang berkeliaran secara bebas di dunia ini. Dia hidup tanpa daging. Cuma kulit tipis yang melapisi dirinya.
Anaknya asik, saat lu ngobrol dengan dia selalu
nyambung, tapi kadang juga bisa bikin
emosi, kalau dia udah mulai enggak bisa
ngerti apa yang kita omongin meskipun udah dijelasin jutaan kali. Lu cerita somethingke dia, (kalau kuota diotak nya mencukupi) dia bakal
ngejawab atau ngasih solusi dengan baik.
Meskipun kadang enggak lu
terima.
Anaknya baik. Baik dalam hal apa? Apapun itu.
Dia anaknya baik. Entah si doi
cuma baik ke gue atau baik ke semua orang.
Intinya dia baik. Kalau emang dia
bisa, pasti dia berusaha sepenuhnya buat
ngebantuin sesorang yang lagi need help.
Dia juga pendengar yang baik.
Bisa mendengarkan ribuan atau jutaan kata yang keluar dari mulut
kita. Ah, terlalu banyak untuk diungkapkan disini.
Anaknya pinter, pinter dalam beberapa hal. Karna gue tau, manusia tiada yang sempurna. Gue enggak begitu tahu tentang seluk dan beluk otak nya saat dia berada di
kelas sebelumnya. Tapi gue tahu tentang
keadaan otak nya yang sekarang. Saat
semester 1, wali kelasnya bilang
“Sebenarnya mereka (termasuk dia) itu rank 1 semua, nilai mereka cuma beda beberapa angka
doang. Makanya bapak enggak bisa milih
siapa yang rank 1 atau 2.“ firasat gue
mengatakan, dia yang berada di posisi
pertama. Tapi entah. Sampai saat kenaikkan kelas, firasat gue itu berkata ‘iya’. Dia menjadi perwakilan siswa yang berprestasi
atau berada dalam urutan pertama dikelas nya.
Give applause.
Anaknya simpel, dia enggak begitu suka dengan salah satu hal
yang berujungkan dengan kata ‘enggak jelas’.
Dia ngejalanin semua yang menurutnya gampang dan meraih secara perlahan
suatu hal yang menurutnya sulit. Berbeda
denga salah satu atau salah banyak temannya yang gue liat orangnya ribet. Diliat juga enggak enak.
About her love? Dia lagi (entah sudah berujungkan atau tetap
seperti itu) jatuh cinta ama seseorang.
Yang menurut gue enggak pantas buatnya.
Terlalu rendah mungkin. Tapi apa
daya, semua tau, Love is blind. Dia suka bahkan sampai sayang begitu saja
kepada orang itu. Gue rasa, dia (sedikit) kurang bisa mengatur rasa nya
itu. Mendalam. Apa yang ingin ia lakukan dia lakukan tanpa
berpikir tepat, keep calm babe, its just my oppinion. Ah sudahlah... Masalah hatinya biar dia dan Allah yang
mengurusnya.
Okay, to the point. Selamat ulang tahun, kakak Yuli.
Semoga diberikan umur yang panjang dan berkah agar bisa selalu berguna
dan dapat tinggal bersama orang-orang disekitar mu yang menyayangi dan
disayangi mu. Semoga diberikan rezeki
dengan berkah yang melimpah agar tetap ingat siapa yang memiliki itu
semua. Semoga semakin bertambah cantik
dengan berkah, agar tidak muncul rasa
sombong disekitar mu. Semoga semakin
pintar dan cerdas dengan berkah, agar
tidak terjerumus pada suatu hal yang salah.
Semoga bisa meraih cita-cita dengan mudah yang berkah, agar selalu ingat bersyukur kepada yang
memberikan itu semua. Semoga semakin
sholehah dengan berkah, agar engkau
sholehah karna Allah bukan karna yang lain.
Semoga bisa dengan mudah menemukan jodoh yang Qurata’ayun, baik
dalam segala hal. Semoga Allah
selalu melindungi setiap langkah mu. And... Semoga,
Mika dapat menjadi orang yang berkesan dalam hidup mu, kak.
Tegar dan kuat selalu jika masalah
menghadang mu, besar maupun kecil. Bersyukur dan amanah atas apa yang Allah
berikan kepadamu, banyak atau
sedikit. Jangan pernah mengeluh, sedikit pun,
tentang dunia ini, dunia ini
memang kejam, kak. Tapi aku rasa tidak untuk orang-orang yang
selalu bersyukur dan tidak pernah mengeluh.
Dan jangan lupa, bahagia itu
sederhana, tidak hanya tertuju pada satu
titik, cukup tersenyum dan selalu
bersyukur.
Surat buangan yang enggak pernah
jelas ini. Aku yakin kamu pasti baca
ini, kak. Maaf aku telat mengucapkan semua ini. Maaf kalau ada kata yang membuat sayatan di
hati mu. Maaf kalau kata-kata yang
tersirat didalamnya kurang berkesan.
Dan.. Maaf kalau aku belum bisa
jadi yang terbaik di dalam hidup mu,
kak. Terus menjadi priadi yang
berwibawa tinggi, kakak ku. Sekali lagi... Selamat ulang tahun.