Dulu, kita sering berinteraksi dalam jangka waktu yang lama. Berinteraksi tentang hal yang tidak begitu penting, mungkin basi, namun menarik. Percakapan yang mampu membuat saya bertahan lama duduk didepan layar laptop, seketika anda menghilang, tiba-tiba saja saya merasa kehilangan, seperti kehilangan benda berharga yang selalu saya jaga selama ini. Percakapan sederhana yang serasa seperti menimbulkan rasa perhatian sederhana juga. Semua terasa manis, tapi itu dulu…
Dulu, setiap kita
ketemu, curi-curi pandang itu
benar-benar seperti hal yang harus kita lakukan, sudah seperti itu, terkadang saya juga sering merasa, anda memperhatikan saya, ketika saya menoleh kearah anda, anda seperti membuang tatapan anda kearah
benda yang lain, senyuman dan tawa mu
yang ku bingkai dengan seindah mungkin,
tak bisa menyimpulkan apa yang terjadi sebenarnya, duh,
lucunya, tapi itu dulu…
Dulu, setiap kita
merasakan rindu yang sudah lama terpendam,
kita saling jujur bahwa perasaan rindu ini memang nyata, meskipun hanya lewat kata-kata lelucon. Lelucon yang secara tidak sengaja, tersampaikan pesan, bahwa kita saling memiliki perasaan
rindu, yang sangat ingin kita
lepas, dan ketika kita berbincang
seperti itu, rasa rindu ini terlepas
begitu saja, indah, tapi
itu dulu…
Dulu, setiap ada
kenangan manis diantara kita, pasti kita
ingat itu dengan baik. Kita jaga
kenangan manis itu secara baik-baik.
Kita kenang dengan cara memperbincangkan hal itu selalu, membosankan memang, namun yang membosankan itu yang kita
ingat. Tidak pernah merasa lelah dengan
percakapan tentang kenangan itu-itu saja,
hebat, tapi itu dulu…
Dulu, dari hari ke
hari, seperti kita mulai sama-sama
merasakan kenyamanan akan hubungan pertemanan ini, merasa saling cocok. Terkadang,
semua hal antara kita, seringkali
saya cocok-an dengan kehidupan saya, dan
berkata bahwa kita cocok. Seakan-akan
ada hubungan lebih dari sekedar pertemanan diantara kita, tapi
itu dulu…
Kemana anda yang dulu?
Yang menemani saya selalu setiap malam,
membuat saya menunggu dirimu didepan layar, untuk menghilangkan rasa lelah setelah
seharian beraktivitas, selalu dirimu
yang saya tunggu. Saya sadar, anda sudah mendapatkan perhatian saya, saya orang dijuluki si gila kerja dan dingin
kepada siapapun, rela menunggu seseorang
yang belum benar-benar menjadi milik saya seutuhnya, apa yang anda lakukan terhadap ku?
Kemana anda yang dulu?
Yang sering bertatapan dengan saya,
mengeluarkan sedikit senyuman kecil,
yang sangat mempesona itu. Yang
sering saya rasakan menatap diri saya secara diam-diam, ketika saya menoleh, anda membuang tatapan anda, itu anda yang dulu, yang membuat saya menunggu akan adanya hal
itu lagi, kemana anda?
Kemana anda yang dulu?
Yang sering mengungkat-ungkit kenangan manis antara kita dulu, yang sering membuat saya bingung, kenapa kita
tidak pernah bosan dengan hal ini.
Kenangan yang kita jaga baik-baik,
yang mungkin salah satu diantara kita,
ingin menceritakan kenangan ini kepada generasi pelanjut kita, kemana anda yang dulu?
Kemana anda yang dulu?
Yang membuat saya selalu merasa nyaman berada disamping anda, yang membuat saya selalu ingin berada
disamping anda. Anda yang membuat saya
beranggapan, bahwa banyak kesamaan diantara
kita, yang lucunya, selalu saya anggap itu takdir. Anda yang membuat saya terlihat bodoh, sampai benar-benar selalu menunggu anda
disini.
Pada intinya, saya
merindukan diri anda yang dulu, yang
saya rasa selalu ada disamping saya ketika saya senang maupun sedih, yang selalu saya nantikan. Anda yang membuat saya tertarik, membuat saya sangat ingin tahu tentang
anda. Anda yang membuat saya selalu
merasa culun ketika berada didepan anda,
diam seribu bahasa. Anda yang
membuat perasaan sayang ini, semakin
hari semakin bertambah. Selamat ya, anda bisa mengenendalikan semua perasaan
saya. Selamat juga, anda bisa membuat saya rindu akan diri anda
yang dulu, anda kemana? Anda dimana?
Anda berubah. Saya rindu kan
anda, tapi yang dulu…