Situ
yang salah, situ yang bikin saya
penasaran tentang all about you. Memang hukum alamnya mungkin, kalau kita sebel terus negative thinking ke orang itu,
ujung-ujungnya juga suka,
ironisnya, udah gitu enggak
jarang yang berujung pada jatuh cinta diam-diam. Pertama kali liat situ, saya kira situ orang yang sok pintar padahal enggak
pintar, jelek, aneh,
jail, ah... Segala keburukan situ punya.
Rasa want to know itu muncul,
saya jadi penasaran tentang situ,
saya cari segala informasi, sampai
pada tahap saya bisa kenalan sama situ.
Awal bercakap dengan situ lewat jejaring sosial facebook saya sudah dapat menyimpulkan satu hal tentang situ; orang nyebelin tapi ngangenin. Oh
d*mn... Belum lama tahu all about situ, saya udah mulai tertarik sama situ. Ya dalam waktu singkat, rasa tertarik itu mulai ada. Kenapa begitu cepat? Saya bukan tipe orang bisa tertarik dengan
orang yang mampu membuat saya kehilangan ketika ia mendadak menghilang dan
mampu membuat saya nyaman berlama-lama bercakap dengan dirinya, dan kabar anehnya, belum lama saya kenal dengan situ, situ sudah mampu membuat saya merasa
kehilangan ketika situ tiba-tiba dimemberi kabar kepada saya dan mampu membuat
saya nyaman berlama-lama bercakap dengan situ,
faktanya; saya tertarik dengan
orang yang selalu membuat saya negative
thinking kepadanya. Seharusnya situ
tidak membuat saya tertarik.
Situ yang salah, situ menarik.
Dari sisi apa terlihat menarik?
Situ itu tinggi, berkulit kuning
langsat, mempunyai mata yang kecil, namun setiap situ tersenyum atau
tertawa, ya, ada yang berbeda dengan situ. Mata yang kecil itu, setiap saya menatapnya, seperti ada ribuan bintang didalamnya, sampai-sampai, setiap saya merasa situ melirik atau bahkan
melihat ke arah saya, saya buru-buru
membuang muka, saat situ tersenyum atau
tertawa, saya seperti melihat pelangi
yang terukir di wajah situ, saya tahu
ini berlebihan, tapi ini yang saya
rasakan, oh sh*t... Situ membuat saya
selalu salah tingkah. Sekian banyak
orang yang saya liat, entah kenapa, hanya situ yang terlihat berbeda, seperti banyak sekali kelainan. Intinya;
situ menarik untuk diperhatikan.
Situ
yang salah, saya sangat suka melihat
seseorang siapapun dirinya, jika
memiliki otak yang cerdas, terkadang
saya sangat ingin mengajaknya berteman dekat,
namun saya punya prinsip lain;
jangan jadikan orang cerdas itu teman,
tapi jadikan ia rival. Entah
kenapa, setiap saya dan guru-guru
disekolah memperbincangkan orang-orang yang memiliki kelebihan didalam
otaknya, selalu ada nama situ yang
tersebutkan. Awalnya kurang yakin, wajar saja,
saya mengira situ hanya orang yang sok pintar, tapi pada faktanya? Ketika saya melihat nilai-nilai situ, situ dapat dikategorikan orang yang cerdas. Oh
god... Situ membuat saya semakin
tertarik. Apa maksutnya ini? Saya tertarik dengan seseorang yang ingin
saya anggap rival? Ini aneh.
Situ
yang salah, situ tidak membiarkan
saya terbiasa tidak bercakap dengan situ atau bertemu dengan situ, setiap saya mencoba untuk menjauh dengan cara
tidak bercakap dengan situ yang bermaksut untuk menghilangkan perasaan saya ini
kepada situ, saya selalu tidak
tahan, nanti saya juga yang akan menyapa
situ lebih dahulu. Ketika saya ingin
terbiasa tidak melihat wajah situ, oh f*ck man... Saya satu sekolah dengan situ, saya setiap harinya wajib melihat situ, ditambah lagi, setiap hari Minggu saya ada
kegiatan futsal disekolah, situ juga
terkadang datang kesekolah dihari Minggu,
hal ini memaksakan saya untuk bertemu dengan situ setiap harinya.
Tidak, tidak selamanya saya yang salah sudah terlalu
dalam mempunyai perasaan kepada situ.
Terkadang situ juga bisa membuat kesalahan yang berakibat fatal pada
perasaan saya ini. Well, mungkin saya lebih
banyak salah tentang hal ini, karna saya
yang memulai semuanya dengan rasa penasaran saya ini, tetapi itu juga karna situ yang terlalu
menarik untuk di kepo-in. Okay, seandainya saya yang salah, saya ingin bertanya, apa
yang salah dari orang yang terlalu dalam sayang dan jatuh cinta kepada
seseorang?.