16... Angka yang fenomenal bagi saya, dimana 16 itu adalah tanggal saya dan seorang
kakak kelas perempuan bernama lengkap Yuli Eri Susanti yang sangat akrab dengan
saya dilahirkan kedunia ini, yang
membedakan kami hanya bulan dan tahun,
saya Maret, dia Juli, saya tahun 2000, dia tahun 1999. Tanggal 16 juga mempersatukan kami
berdua, kami ada tugas untuk presentasi
menggunakan english language
disekolah-sekolah lain.
Saya
terkejut waktu tau hal ini, saat itu
juga saya harus memilih seorang teman untuk menemani saya presentasi depan
orang-orang banyak, saya bingung. Belum sempat saya memilih, tiba-tiba saja, seorang
kakak kelas yang kebetulan datang ke kantor itu, ditunjuk sebagai teman saya dalam
presentasi, ya, kebetulan saja, tuhan memberikan kita berdua kemampuan lebih
dalam berbahasa inggris, sehingga dapat
dipilih seperti ini. Kebetulan kosmos
kalau saya bilang, kebetulan yang
direncanakan oleh alam semesta untuk mempertemukan saya dengannya, padahal,
saat itu hubungan saya dengan dia tidak begitu dekat, hanya karna tuntutan pekerjaan, pekerjaan yang datang mendadak, kami harus saling bekerja sama, yang pada akhirnya kita terus ditunjuk untuk
presentasi-presentasi lainnya.
Presentasi tanggal 16 yang mempertemukan dan menyatukan kita.
Banyak
yang bilang, wajah kita ini mirip
seperti adik dan kakak. Hanya mata yang
membedakan saya dengannya, bola matanya
sedikit lebih besar dari saya. Kami juga
sering menceritakan masalah masing-masing,
yah... Dunia ini ingin kita bersama.
Tanggal
16 juga menjadi tanggal saya dan seseorang yang entah kenapa dapat membuat saya
diam seribu bahasa saat didepannya lahir ke dunia ini, sama seperti kakak kelas saya itu, dia lahir tanggal 16 Juli 1999, kenapa bisa ada 2 orang yang sangat berharga
seperti berlian lahir kedunia dihari yang sama,
mereka berteman dekat dan menjadi barang yang benar-benar harus saya
jaga? Alam semesta lah yang meminta
semua ini kepada tuhan.
Tepat
kemarin, tanggal 16 Maret, umur saya bertambah, usia saya berkurang, 1 tahun hidup saya didunia ini sudah
berkurang, saya harus bertambah
dewasa, menjadi yang paling berarti buat
semua orang, menjadi orang besar, semakin cerdas, bisa menjadi panutan untuk semua orang, semakin sayang dan disayang oleh kalian
semua, saya juga ingin, tali silahturahmi saya dengan Yuli Eri
Susanti dan seseorang itu semakin dekat dan dekat, dan 3 impian terbesar saya; menaikkan haji kedua orang tua, menciptakan suatu alat yang bisa mengalahkan
kecepatan cahaya di Jepang dan study ke Jepang bersama seseorang itu. Semoga tuhan mendengar do’a ku, amin.
Akan
saya tunjukkan kepada semua orang,
termasuk Yuli dan seseorang itu,
saya akan menjadi lebih dewasa,
saya akan membuat kalian semakin sayang kepada saya, saya juga akan membuat kalian merasa kecewa
berat jika kehilangan saya, tentunya.
Saya
mendapatkan ucapan do’a dan ‘happy birthday’ dari kalian semua, terimakasih.
Semoga do’a kalian didengar oleh-Nya,
amin. Saya juga medapatkan kado
dari kakak kandung ketemu di SMP, kak
Yuli tentunya. Terimakasih kakak kelas
ku, sayang. Ucapan special dari Fincha kapten team futsal
ku yang super duper ngeselin, kita
sama-sama punya dendam besar rupanya tetapi,
justru ucapan darinya yang mampu membuat saya meneteskan air mata ini, Chelsy motivator cantik dikelas ku, Aura kembaran ku dikelas, Ferdi yang sempat mampir ke kehidupan
ku, Sherin teman dekat di dunia
maya, Fahmi, kak Yuli,
kak Nabilla, kak Fandy kak Hikmah,
Dafa adik kecilku yang kebanyakan nonton power rangers, Putri adik pertama ku yang tubuhnya hampir
tidak berdaging, dan kedua orang tua
yang sangat ku cintai, serta pelukan
hangat dari Dicta, dan semua penghuni
bumi yang mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ pada saya, memang
tidak banyak yang ingat tentang hari besar ini,
tetapi, terimakasih banyak
kepada kalian semua.
Dari
semua yang saya rasakan, belum lengkap
rasanya, tanpa kehadiran ucapan dari
seseorang yang menyebalkan namun selalu membuat rasa rindu itu ada. Saat disekolah tadi, saya terus memandangi anda, yang seakan-akan menjadi kado besar untuk
diri saya. Kado teristemewa untuk
saya, tidak ada yang mengganggu saya saat sedang memperhatikan anda. Seperti biasa, hanya bisa memperhatikan dari jauh tanpa ada
kata-kata yang keluar sedikitpun,
berharap anda mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ dengan gaya anda yang
dapat membuat saya tertarik, tapi
apa? Seperti biasa juga, hanya bisa berharap. Sampai saya dirumah, 1 text-pun
tak kunjung datang dari mu, setiap
handphone saya berdering, saya harap itu
anda, tapi selalu bukan, sampai sore saya tetap menunggunya, terus menunggunya.
Sampai
pada akhirnya, tepat pukul 15:30, sebuah sms masuk, berjudulkan ‘Dari Zulfiqor-Someone’ hanya
melihat judulnya saja, saya yang ketika
itu sedang tiduran sambil membaca sebuah komik,
segera bangun dari tidur, dan
membaca pesannya yang berisi ‘Ciee yg hari ini ulang tahun :P happy birthday
ya.. :P semoga tambah pinter ,rajin,sholehah, dan tambah gede matanya :P’ tak
dapat mengungkapkan perasaan saat itu,
hanya tersenyum lebar, dan segera
membalasnya. Ya... Sore yang manis
dengan keadaan mendung seperti ini.
Sejuk, dingin, hawa yang tepat untuk hari istimewa untuk
diri saya. Terimakasih untuk anda, yang membuat hari ini lengkap, meskipun hanya sebatas sms sederhana yang
menyebalkan namun bermakna untukku.
Tidak banyak yang ingat tentang hari ulang tahun saya ini, seperti biasa juga, hari ini sama seperti hari biasa, hanya mampu diam dirumah. Benar-benar bosan, namun ada seseorang itu yang menemani saya
dengan sms-sms darinya selama satu harian penuh, dengan membahas berbagai macam hal, ya hanya dirinya yang menemaniku kemarin, tidak sadar akan waktu, ternyata sudah pukul 22:30, sangat lama kita berinteraksi melalui pesan
singkat ini. Saya tidak tahu, bagaimana
jadinya suatu hari yang seharusnya bermakna untukku itu, kalau tidak ada dirinya, mungkin akan jauh lebih membosankan dari
hari-hari biasa. Bagaimana perasaan
seseorang yang sedang berulang tahun dan seharian penuh itu dapat berinteraksi
dengan orang yang ia sayangi seutuhnya?.
Terimakasih untuk kado terbaik yang pernah saya dapatkan.